Pencinta sepak bola Indonesia harus bangga atas prestasi Timnas U-16 di bawah asuhan eks pemain timnas senior, Bima Sakti. Pada perlombaan final Piala AFF U-16 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, 12 Agustus 2022, pesepak bola muda ini menumbangkan Vietnam 1-0.

Hakekatnya, antusiasme masyarakat Indonesia kepada sepak bola nasional cukup tinggi. Tak hanya di jenjang klub, suporter Indonesia senantiasa memberikan dukungan luar umum kepada kiprah tim nasional sepak bola. Sayangnya, di jenjang senior, Timnas Indonesia Slot Terbaru masih belum memenuhi ekspektasi publik Tanah Air. Namun, kenyataan tersebut sedikit terobati dengan serangkaian prestasi yang ditorehkan timnas golongan usia, ialah U-16 dan U-20, meski levelnya baru sebatas Asia Tenggara (ASEAN). Prestasi yang ditorehkan para pemain muda diharapkan dapat terus berlanjut sampai mereka dipercaya menjadi squad timnas senior. Publik sepak bola tetap menanti Timnas Indonesia berjaya di Asia dan dunia.

Timnas Indonesia memiliki empat golongan usia, ialah golongan usia 16 tahun (U-16), golongan usia 19 tahun (U-19), golongan usia 23 tahun (U-23), dan senior. Timnas senior terakhir kali meraih pemenang 22 tahun lalu atau tepatnya meraih medali emas pada SEA Games 1991. Setelah itu, squad Garuda mengalami paceklik gelar.

Indra sebaliknya terjadi pada Timnas Indonesia golongan usia yang rutin menorehkan prestasi. Prestasi cemerlang pernah ditorehkan Timnas U-19 besutan Baik Sjafri yang berhasil mempersembahkan gelar Piala AFF U-19 pada 2013. Squad Garuda Muda yang dihuni Evan Dimas, Ilham Udin Armayn, dan banyak pemain lainnya, disebut-sebut sebagai masa depan slot gacor rtp sepak bola Indonesia. Sayangnya, perlahan kinerja mereka menurun dan cahayanya pun meredup.

Lima tahun berselang, Timnas Indonesia golongan usia kembali menerbitkan cita-cita pencinta si kulit bundar. Timnas U-16 polesan Fakhri Husaini berhasil merengkuh trofi Piala AFF U-16 2018. Ketika Kahfi, Brylian Aldama, sampai David Maulana, memberikan keinginan besar dapat membawa sepak bola Indonesia pada era keemasan.

Setahun berselang, Timnas Indonesia golongan usia kembali berprestasi di kompetisi sepak bola Asia Tenggara. Indra itu, Timnas U-22 kapabel menjuarai Piala AFF U-22 pada 2019. Baik Sjafri kembali menorehkan prestasi sebagai pelatih.

Sayangnya, kecemerlangan penampilan Timnas U-19 tidak kapabel dipertahankankan pada kancah berikutnya. Pada Piala AFF 2021 yang digelar Juli 2022, Timnas U-19 harus kandas di babak grup. Pasukan Garuda Muda yang tidak terkalahkan di perlombaan grup harus gagal ke semifinal sebab tata tertib head to head.

Di papan klasemen grup A Piala AFF U-19 2021, Indonesia mengoleksi 11 nilai, berimbang dengan Thailand dan Vietnam. Slot Gacor Namun, tata tertib head to head membikin squad besutan Shin Tae-yong terdepak.

Akhir-akhir lama lagi, Timnas U-20 akan menjalani tantangan sepak bola tingkat Asia, ialah kualifikasi Piala AFC U-20 pada 2023. Shin Tae-yong telah memanggil 36 pemain untuk menjalani pemusatan latihan Timnas U-19. Kasih, arsitek asal Korea Selatan itu juga menyertakan striker Barito Putera, Rahmat Regu Santoso. Tak U-19 akan menjadi tuan rumah grup F kualifikasi Piala AFC U-20 pada 14-18 September 2022 yang berpusat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Sepak bola Indonesia, terutama Timnas Indonesia sempat disegani di jenjang Asia. Akhir-akhir heran muncul sebutan bahwa Timnas Indonesia ialah Macan Asia. Namun, setelah merebut medali emas pada SEA Games 1987 dan 1991, Timnas Indonesia tidak berdaya.

Timnas Indonesia hanya menerima medali perak dalam SEA Games 1997, 2011, 2013, dan 2019. Kemudian, medali perunggu pada SEA Games 1999 dan 2017.

Di jenjang Asia, Timnas Indonesia pernah meraih medali perunggu dalam Asian Games 1958 di Jepang. Prestasi lainnya ialah masuk perempat final (1951), kemudian 1954 dan 1986 finis di posisi keempat. Setelah itu, timnas senior mengalami masa paceklik prestasi.

Kemauan di bawah asuhan Shin Tae-yong yang lebih mengandalkan pemain muda di timnas senior, muncul secercah keinginan Situs Slot Online untuk meraih prestasi yang membanggakan. Momen itu nampak dengan keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

Timnas Garuda mengakhiri fase kualifikasi dengan bagus setelah menempati peringkat kedua klasemen grup A. Di bawah Yordania, Indonesia berhasil mengamankan enam nilai dari dua kali menang dan sekali keok.

Pencapaian ini setidaknya memberikan keinginan besar. Pasalnya, telah 16 tahun lamanya Indonesia tidak melaju ke babak putaran final Piala Asia semenjak 2007 silam. Timnas Indonesia telah empat kali lolos ke putaran final Piala Asia. Namun itu terjadi pada 1996, 2000, 2004, dan 2007. Namun, Timnas Indonesia tidak kapabel melalui fase penyisihan grup.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.